KADO TERINDAH

*……………*………………..*

Langkah kaki Anna terhenti ketika mendengar seseorang memanggil namanya.

“Anna, Ann…hai Anna ” Akmil berlari-lari kecil mengejar langkah kaki Anna

“Eh, mas Akmil,” maaf tadi Anna tidak dengar, abis dari mana? menoleh kebelakang sembari tersenyum”

“Nda apa-apa, memang aku agak jauh dari mu, baru aja nemuin P’ Hamzah, biasa mau bimbingan. Kamu sendiri dari mana, kelihatanya sangat sibuk,” melirik buku-buku bawaan Anna.

“Wah, bakal ada yang diwisuda nich, sudah sampai mana?lumayan sih mas, baru cari referensi untuk proposal seminar, biar cepat-cepat kelar seperti mas Akmil,”sembari merapikan buku-buku dalam pelukannya.

“Ah…..kamu bisa aja, memperlihatkan gigi kelincinya yang berjejer rapi, senyumnya yang merekah membuat lesung pipinya semakin dalam tapi sangat indah”

“Amien, mas juga doain Anna yach, mudah-mudahan lancar kuliahnya,”

“Insyallah, ya udah mas Akmil ke jurusan dulu, ada janji dengan teman, tetap semangat!!!!, assalamuallaikum”

Waallaikumsalam, makasih ya mas.”

Mempercepat langkahnya, Anna meninggalkan kampus yang hampir 4 tahun terakhir ini menjadi pusat aktifitasnya.

*……………*………………..*

Waktu berlalu begitu cepat, rasanya baru beberapa hari yang lalu Anna menginjakkan kaki di Malang. Sekarang tinggal beberapa bulan lagi Anna akan meraih gelar sarjana. Rasa rindu dengan tanah kelahiran terkadang memenuhi rongga dadanya, tapi semua itu kalah dengan keinginannya untuk cepat-cepat menyelesaikan kuliahnya. Sejak masuk kuliah Anna tidak pernah pulang ke Bima, tanah kelahiranya. Anna lebih memilih tinggal di Malang meski liburan. Lebih suka menikmati cuaca dingin di Malang dari pada Bima yang selalu dikenal dengan terik matahari.

“Anna, apa kamu nda mau pulang liburan ini?, ujar ibunya satu tahun lalu saat ibunya mengunjunginya di Malang. Padahal kakak mu tiap liburan pulang, kamu tidak kangen dengan keluarga?” tanya ibunya.

“Nanti juga Anna pulang bu, paling satu ato dua tahun lagi, ibu doain aja Anna semoga kuliahnya cepat kelar. Insyaallah Anna wisuda langsung ikut ibu dan bapak pulang ke Bima, bujuk Anna manja pada ibunya. Kalau sudah begitu tidak ada yang bisa dilakukan.” Anna selalu dikenal karena sikapnya yang tegas, kalau sudah berkata demikian tak ada yang mempu merubah keputusannya.

“Anna merebahkan dirinya di kasur empuk yang beberapa tahun terakhir ini menjadi istananya. Hampir empat tahun Anna menempati kamar kosnya itu. Matanya menatap langit-langit kamarnya. Tidak ada yang berubah tetap berwarna biru, tapi agak pudar jika dibandingkan dengan pertama kali Anna menempatinya”

“Anna berusaha keras untuk menutup matanya beberapa saat, tapi tiba-tiba suara handphonenya telah mementahkannya, dengan sedikit malas Anna menarik dirinya dari kasur untuk mengapai Hp diatas meja belajarnya. Ada sebuah pesan di layar Hp,”dengan segera Anna membuka pesan yang masuk.

Ass, maaf apa benar ini no. Anna??? dr.teman SMAnya. Adi, wassalam.

“Adi, masyaallah Adi.dengan cepat Anna me-reply

Wassalam, iya aku Anna, Adi gimana kabarnya?lagi dimana sekarang?

“Sesaat kemudia Hp Anna kembali berbunyi”

Alhamdulillah aku baik-baik aja, Anna sendiri gimana kabarnya?sekarang aku masih di Mataram

“Sesaat kemudian Anna menekan pipet send”

Alhamdulillah baik-baik juga, Btw, tau no Anna dari siapa? Kok baru ada kabar sih Adi!!!

“Sore itu Anna begitu bahagia entah kenapa?mungkin karena seseorang yang dia harapkan kini telah muncul, meski via Hp atau karena dosennya yang telah menyetujui proposal tugas akhirnya, entahlah yang pasti Anna meneteskan air mata sore itu.

*……………*………………..*

Hampir 4 bulan Anna menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan tugas akhirnya, sejenak semua konsentrasinya Anna arahkan pada skiripsinya, hingga akhirnya Anna mampu menyelesaikan tugas akhirnya itu artinya dalam waktu singkat Anna akan mengikuti ujian akhir.

“Terimakasih pak atas bantuan serta kesabarannya selama ini, semoga saya mampu memberikan yang terbaik, ucap Anna penuh senang bercampur haru kepada dosen pembimbing skripsinya yang selama ini telah membantunya.”

“Sama-sama, bapak doakan semoga ujian kamu nanti lancar dan memperoleh hasil yang sangat memuaskan, amien”

“Amien!!!sekali lagi makasih pak, kalau begitu saya permisi dulu, assalamuallaikum

Waallaikumssalam

Tak henti-hentinya Anna bersyukur dalam hati, rasanya ia ingin segera terbang ke Bima bertemu dengan ibu dan bapaknya, serta semua keluarga besarnya, karena hampir 4 tahun Anna tidak melihat mereka.

“Dengan langkah cepat Anna menuju kantor jurusan komunikasi untuk melihat jadwal ujian skripsinya, akhirnya Anna akan mengikuti ujian hari senin minggu depan,”

“Akhirnya hari yang di tunggu tiba juga, sebelum berangkat ke kampus untuk ujian Anna menyempatkan diri untuk shalat Dhuha, memohon pertolongan kepada Sang Khalik agar diberikemudahan,”

“Kring…kring…kring…Hp Anna berdering, sambil merapikan mukenah Anna mengangkat Hpnya.”

Assalamuallaikum

Waalaikumssalam

“Gimana Ann? Apa kamu sudah siap?jangan lupa berdoa kepada Allah SWT agar diberi ketenangan dan kemudahan, ibu, bapak dan keluarga akan selalu berdoa untuk Anna, semoga semuanya lancar-lancar dan memperoleh hasil yang memuaskan”

“Iya bu, Alhamdulillah Anna sudah agak tenang, sebentar lagi Anna akan berangkat bu, makasih atas doanya semoga senantiasa di ijabah oleh Allah. Amien,”

“Kalau begitu sudah dulu ya bu, Anna sudah harus berangkat, assalamuallaikum,”

“Waalaikumssalam”

Dengan langkah agak pelan Anna memasuki kampusnya, tanpa henti Anna terus menyebut asma Allah dalam hati, bibirnya basah oleh dzikir.

Memasuki ruangan ujian Anna sudah mulai tenang. Kini berhadapan dengan dosen-dosen pengujinya. Hampir 40 menit Anna mengikuti ujian dan menjawab pertanyaan dari empat orang dosen pengujinya.

“Selamat Anna telah berhasil mengikuti ujian dengan baik, ujar dosen pengujinya, sambil menjabat tanggan Anna. Dengan segera Anna melakukan sujud syukur, matanya meneteskan air mata tentunya tangis bahagia. Memeluk ibu pengujinya yang sudah dianggap sebagai ibunya sendiri. Tak henti-hentinya Anna mengucap syukur kepada Allah dan mengucapkan terimakasih kepada dosen-dosen pengujinya.”

“Setelah keluar dari ruang ujian Anna langsung mengaktifkan Handphonenya untuk menghubungi keluarganya di Bima, tak sabar untuk memberikan kabar gembira tersebut,”

Assalamuallaikum

Waalaikumssalam

“Pak, Alhamdulillah Anna lulus”

“Alhamdulillah nak, selamat ya. Nanti bapak akan sampaikan pada ibu dan keluarga, pasti mereka akan bahagia mendengar kabar ini,”

“Nak, ada sesuatu yang ingin bapak sampaikan. Ini menyangkut masa depan kamu”

“Sesaat Anna begitu terperangah mendengar ucapan bapaknya. Karena selama ini bapak tidak pernah berbicara seserius ini kalaupun ada tentang kuliah. Anna mulai menenangkan hatinya. Iya pak, apa ada hal yang penting?”

“Begini nak, beberapa bulan yang lalu ada yang datang ke bapak dan ibu untuk meminang kamu. Tapi saat itu bapak sengaja merahasiakan kepada kamu, karena bapak tidak ingin menganggu konsentrasi kamu. Dan dia juga setuju dengan permintaan bapak untuk menunda pinangannya untuk beberapa bulan”

“Kali ini jantung Anna benar-benar berdetak kencang, tak mampu lagi berkata apa-apa, sesaat Anna terdiam dan beristigfar. Maaf pak, apa yang Anna dengar ini tidak salah?”

“Tidak nak, memang benar kamu sudah dipinang”

“Maaf pak, apakah Anna mengenal orangnya”

“Kamu sangat mengenalnya. Dia Adi finanda, teman kamu semasa sekolah dulu”

“Tiba-tiba saja Anna merasa sesaat waktu berhenti berputar. Dalam hati Anna terus meyakinkan apa yang didengar oleh telingannya. Maaf pak, apa bapak tidak salah menyebutkan nama orang?”

“Insyaallah tidak nak, apa ada masalah. Kamu tidak harus menjawab sekarang, kamu masih punya waktu untuk memikirkannya”

“Setelah merasa yakin dengan ucapan bapaknya, rasanya Anna ingin cepat-cepat menjawab, tapi Anna tidak ingin buru-buru.”

“Baiklah pak, Anna akan memikirkannya. Tapi sebelumnya Anna ingin bertanya pada bapak! Bagaimana pendapat bapak tentang Adi sendiri? Apakah ibu dan bapak setuju atau tidak?”

“Sebelumnya bapak dan ibu sudah membicarakan hal ini dan menurut ibu dan bapak tergantung Anna saja. Jika Anna setuju bapak dan ibu akan menyetujuinya. Karena semuanya Anna yang akan menjalani. Ibu dan bapak hanya bisa berdoa kepada Allah SWT semoga Anna bisa memperoleh yang terbaik bagi dunia dan akhirat.”

“Terimakasih pak atas kepercayaannya. Insyallah akan Anna pertimbangkan dan memohon petunjuk kepada Allah SWT.”

“Nak, kalau bisa jangan terlalu lama karena dua minggu lagi Adi akan menanyakan keputusan kamu”

“Insyaallah pak, mungkin sudah dulu ya pak. Salam saja untuk ibu dan semua keluarga. Nanti Anna akan memberikan keputusannya.”

Assalamuallaikum

Waalaikumssalam

*……………*………………..*

Tak henti-hentinya Anna berucap syukur kepada sang Khalik. Dengan penuh takzim Anna mencium sejadah panjangnya. Rasanya semua yang telah dikerjakan tidak ada yang berlalu dengan kesia-siaan. Kini Anna harus mengambil keputusan yang paling besar dalam hidupnya.

“Ya Allah sungguh nikmat mu tiada terkira oleh hamba dan semoga setiap apa yang hamba lakukan senantiasa meraih keridhoan dari-Mu. Ya Allah Engkau sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tempatkanlah hamba dan keluarga hamba pada Kemuliaan disisi-Mu. Amien. Ya Allah kini hamba memohon petunjuk kepada Engkau, karena hanya Engkau yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tidak kami ketahui. Berikanlah kemantapan hati pada hamba agar bisa memutuskan yang terbaik bagi teman hidup hamba.”

“Dalam sujud panjangnya Anna terus berdoa kepada sang khalik. Memohon petunjuk dari-Nya.”

“Seusai merapikan mukenahnya, Anna merebahkan diri di kasur empuknya. Sesaat Anna memikirkan perkataan bapaknya beberapa waktu yang lalu. Masa-masa sekolahnya dulu mulai muncul kembali. Otak Anna seakan tidak mengalami kesulitan untuk mencari kembali memori SMP dan SMAnya. Kerana Anna selalu mengingat masa-masa dimana dia mengenal Adi. Dalam hati Anna hanya bisa tersenyum jika mengingat dulu, saat Anna mulai suka dengan lawan jenisnya. Pria itu adalah Adi, Anna sendiri sulit menerjemahkan apa yang yang dia rasakan saat itu mengingat Adi adalah teman satu kelas dan tentu saja Anna tidak pernah lupa dengan sikap dingin Adi terhadap semua orang, khususnya kaum hawa hingga SMA kelas tiga Anna memberanikan diri untuk mengatakan isi hatinya pada Adi”

Dear

            Adi

Assalamuallaikum, sebelumnya maaf mungkin kedatangan surat ini menganggu kamu. Tapi akan lebih menganggu lagi jika aku tidak menyampaikannya.

Melalui surat ini aku ingin mengatakan kalau aku suka dan sayang sama kamu. Perasaan ini sejak lama aku rasakan. Sejak kita masih SMP, tadinya aku mengira kalau perasaan itu hanya perasaan sesaat dan suatu saat pasti akan berubah bersamaan dengan waktu. Tapi ternyata apa yang aku bayangkan berbeda, perasaan aku ke kamu sedikitpun tak ada yang berubah. Aku tau mungkin setelah ini persahabatan kita akan mengalami perubahan. Tapi kamu tenang aja aku pasti akan kembali menjadi teman mu, tidak perduli dengan jawaban kamu.

                                                                                                     Sahabat Mu

                                                                                                            Anna

“Untuk pertamakalinya Anna menulis surat untuk laki-laki dan itupun surat terakhir yang pernah tergores dari penanya untuk Adi.”

“Penyesalan selalu datang terlambat, Anna benar-benar sedih membaca surat balasan dari Adi. Entah apa yang membuatnya menangis,”

Dear

            Anna

Wassalamuallaikum, aku merasa tersanjung dengan surat yang kamu tulis dan maaf jika selama ini aku tidak menyadari perasaan kamu terhadap aku. Terimakasih untuk rasa cinta yang begitu besar.

Anna, selama ini kita berteman dengan baik, tidak pernah ada hal-hal yang saling menyakitkan. Maaf, bukannya aku tidak menyukaimu dan menyayangi kamu, tapi aku merasa perasaan kita akan lebih baik jika hanya terjalin dalam persahabatan. Aku tidak ingin persahabatan kita rusak oleh cinta yang sesaat. Tapi bukan berarti cinta aku ke kamu hanya sesaat. Aku hanya tidak ingin kamu sakit hati dan pacaran hanya bersifat sementara tapi persahabatan akan selalu terjalin untuk selama. Anna, bagaimanapun perasaan aku ke kamu dan bagaimanpun perasaan kamu ke aku biarlah terjalin dalam ikatan persahabatan. Karena kamu begitu berharga bagi aku sehingga tidak ingin diantara kita ada yang terluka.

Jika kita benar-benar berjodoh, kita akan bertemu lagi. Aku harap ini yang terbaik bagi kita berdua dan semoga tidak ada yang berubah diantara kita. Jangan pernah jauhi aku karena masalah ini.

                                                                                                     Dari sahabat mu

                                                                                                            Adi

“Anna kembali meneteskan air mata, mengingat kata-kata bapaknya bahwa dia di lamar oleh Adi. Pria pertama yang pernah membuat hatinya bergetar dan kini memintanya untuk menjadi pendamping hatinya.”

“Tiba-tiba Hp Anna bergetar, ada panggilan. Dilayar Hp terpampang nama Adi_friend’s calling. Jantung Anna berdetak tak beraturan. Sejenak Anna menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan. Anna kembali menata hatinya agar terdengar biasa.”

“Hallo!!!assalamuallaikum, maaf ini dengan Anna”

“Waallaikumssalam, iya benar dengan Anna. Adi yach, suara Anna agak kaku..”

“Iya ini aku Anna. Gimana ujiannya?”

“Alhamdulillah, tinggal tunggu wisuda aja.Adi sendiri gimana, kapan wisudanya?”

“Syukurlah, aku senang mendengarnya. Wisudanya sekitar dua minggu lagi. Anna sendiri kapan?”

“Insyaallah satu minggu lagi”

“Nanti bapak sama ibu datang nda Ann?”

“Insyaallah, kalau Adi sendiri siapa aja yang datang?”

“Rencanyanya sih ibu dan bapak, sama calon isteri. Tapi belum tau apa dia mau atau tidak, soalnya belum ada jawaban. Menurut Anna sendiri gimana?”

“Ya rabb, tiba-tiba  jantung Anna berdetak kencang, dia tidak tau bagaimana menjawabnya. Sesaat Anna diam dan kembali menarik nafas dalam-dalam dan perlahan-lahan melepaskanya”

“Bagaimana Ann?”

“Insyaallah”

“Alhamdulillah, makasih ya Ann. Tapi aku mau tanya sebelumnya, kamu tidak keberatankan!”

“Boleh, mudah-mudahan bisa memberikan jawaban yang memuaskan”

“Apa kamu bersedia menjadi menjadi isteri aku, menjadi ibu dari anak-anak aku,”

“Kali ini hati Anna kembali bergerimis, ada rasa haru dalam hatinya.

“Ann, apa kamu bersedia menjadi isteri aku”

“Insyaallah, jawab Anna dengan kemantapan hati dan pikirannya”

“Alhamdulillah, makasih Ann”

“Sama-sama Adi, semoga Allah meridhoi kita”

“Amien………,ya udah Anna istrahat aja, assalamuallaikum

Waallaikumsalam

“Beberapa saat kemudian Hp Anna kembali berbunyi. Ada massage baru”

Ass, terimakasih telah memberikan Adi kesempatan untuk menjalani hidup dengan seorang bidadari di bumi ini. Terimakasih juga untuk cinta yang tak pernah hilang dihati Anna untuk Adi. Terimakasih juga untuk menjaganya untuk Adi. Semoga cinta kita meraih keridhoan dari Allah memuliakan kita disisi-Nya. I Love You Bidadari ku”

Dengan mata berkaca Anna me_reply SMS Adi.

“Waallaikumsalam, terimakasih juga atas sanjungannya, meski Anna merasa tidak pantas dibandingkan dengan bidadari. Tapi Anna tetap ingin mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalam karena telah memilih Anna menjadi pendamping hidup Adi, semoga Anna bisa menjadi isteri yang taat dan mematuhi Adi, menemani Adi berjuang untuk meraih kemuliaan hidup di dunia dan akhirat. Allahumma amiin

Sesaat kemudian Hp Anna kembali berdering, M’Akmil calling.

“Assalamuallaikum”

“Waallaikumsalam”

“Mas Akmil, apa kabar mas? Tumben telpon, ada yang bisa Anna Bantu?”

“Alhamdulillah baik, apa mas menganggu?”

“oh tidak mas”

“Selamat yach atas kelulusannya! Makasih mas”

“Sama-sama, tapi mas mau nanya sesuatu harap Anna tidak keberatan!”

“Insyaallah tidak mas”

“Terimakasih, Anna sudah punya calon suami atau belum”

“Pertanyaan yang sangat asing bagi Anna, tapi Anna mencoba untuk menghilangkan keterkejutannya. Anna terdiam sesaat mencoba untuk menetralisisr suasana hatinya. Setelah mulai merasa detak jantungnya kembali normal, Annak memperkirakan suaranya akan terdengar biasa-biasa saja.”

“Emang kenapa mas, kok nanya soal calon Anna.”

“Mas mau tau aja, kalau Anna belum punya calon, mas ingin melamar Anna”

“Jantung Anna kembali berdetak dengan cepat. Kali ini Anna membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menetralisir keadaan batinnya”

“Sebelumnya maaf jika ada kata-kata Anna yang kurang berkenan dihati mas Akmil, Beberapa menit yang lalu Anna baru saja menerima pinangan orang lain.”

“Kali ini jantung Akmil yang berdetak tidak karuan, detakannya seperti pelari Maraton yang hampir mencapai garis finish tapi dilampau oleh temannya dengan selisih hitungan detik. Akmil membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menenangkan suasana hatinya.   ”

*……………*………………..*

Pagi itu benar-benar menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Anna Mufridah binti Akhsan dengan Adi Finanda bin Yusuf setelah melakukan Izab Kabul di mesjid raya Bima dengan disaksikan oleh orang-orang yang menyayangi mereka. Dalam kekhusyukan Ijab Kabul tetesan air mata Anna membasahi krudung panjangnya. Ada rasa bahagia yang tak terkira disana. Tak henti-hentinya Anna besyukur kepada Allah, yang telah memberikannya seorang pendamping hidup seperti Adi. Laki-laki yang pernah mengisi hatinya dulu dan kini telah kembali untuk dimiliki.

“Malam itu menjadi saksi kesucian cinta dua insan manusia. Saling memadu kasih dalam kesucian cinta serta keikhlasan hati dalam menerima anugerah terindah dari ALLAH SWT.

                                    ”Janji Allah hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang sabar”

 

About kampoetoloe

Penghuni Kampo Tolo ( Radio Permai )..Sebuah Komplek Perkampungan Baru yang Terletak depan Puskesmas Asakota Bima, Biasa dipanggil Mun Marley, Seorang Mahasiswa STKIP Bima Angkatan 2008 Prodi Sosiologi A

Posted on 11 Mei 2012, in Seni & Sastra. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: